Showing posts with label ULASAN BUKU. Show all posts
Showing posts with label ULASAN BUKU. Show all posts

Tuesday, June 14, 2011

CINA MUALAF MENGULAS AKNK





Artikel ini adalah ulasan dari seorang Mualaf berbangsa Cina. Boleh pergi ke blog beliau :
http://lifemualaf.blogspot.com/2011/03/tanpa-ilmu-hilang-akidah.html

Terima kasih saudara Ikhwan ng kerana sudi menulis tentang AKNK dan memberi komen di blog ini. Jom baca ulasan beliau di bawah ini:




Reading is the best activity..There are various kind of book at market, cooking, history, machinery, IT, and many more.. A good book can be a good guide for cherish your life, but a wrong book also can be a toxic in your mind. It is just like having the right and wrong food in daily life, there's vegetables food that seems not attractive but it is good for our health.. At the same time the delicious Fast food service that amazed most of us also can be a threaten cause of Cancer Disease.

There's too many conflict in this world. Everyone have their own perception in explain specific things... Only by reading more and more Islamic book can build up muslim's Iman and Strenght.

However there's one thing already forgotten by most people that's "Akidah".

"Alaa... Akidah tu dah lama saya belajar kat sekolah, ok je..."

"Akidah bukan untuk saudara baru saja ke? Tak berminat la.."


I guess that would be the first thought while everyone look at this book's cover.However while I flipped this book, I found out that this book is actually explaining about Religion Comparison between Islam and Christian. Unlike other books which insult Islam (Santanic Verse) or trying to explain god in philosophy (The history of god)..


This book is explain more about Akidah in Islam.Iman (Aqidah) :

Iman menurut bahasa ialah al tasdid ertinya pembenaran. Menurut syarak adalah pengakuan dan amalan, yang mana ia boleh bertambah dan berkurang, ertinya iman itu adalah pengakuan hati dan lidah serta menjadi amalan hati, lidah dan anggota badan yang lain. Iman boleh juga diertikan sebagai tunduk patuh, mengikhlaskan diri, taat, penuh rasa cinta dan berkeinginan mengerjakan amal soleh. There are so many things and people trying to distract us from Akidah, means believe into other god.

As muslim, we must be reading Sifat 20, Al-Asmaul Husna (99 Nama Allah SWT). Learn more and strengthen our faith into the one and only God. Apparently "Isu Penggunaan Nama Allah" is the most serious issue in Malaysia ever due to Akidah too, the definition of Allah SWT is can't be explained from other religion's spectacles.

A lot of answers is already inside Al-Quran and Hadith, and also a lot Islamic books to explain further about it. If most muslim nowadays willing to learn more and read more, I believe there's a lot of religion conflicts can be settled easily.

"Sebenarnya yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah ) Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu." (Surah Fatir : 28)

Unfortunately, among reprinted books in Karya Bestari Carta Reprint (Link) , the "Akidah Kita Nyawa Kita" is not listed.

Seems like muslim readers more interested in "Hati" and "Maksiat" topic. Are muslim nowaday already forgotton that Allah SWT forgive every sin we have if He will, but there's one sin that Allah SWT never forgive.

ALLAH pengamun segala dosa. Jangan putus harap dengan ALLAH.

Az-Zumar [53] "Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."

Semua dosa diampunkan kecuali dosa syirik.

An-Nisa [116] "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua) dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya); dan sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu (apa jua), maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh."


That's why we must be very careful with Akidah, Syirik is the most terrible sin. As muslim we should read the right book, know the right friends and behave the right way like what Islam been told. I was raised up in non muslim family, I don't know anything about Islam while I was teen.

There's already too much different aspect religion I listen, too many definition of "god". It could be funny when someone come to me and trying to explain his "god" while I already been believe in Allah SWT, but I also realize it could be a hazard if the same statement goes to other muslim who never know much about other religion.These days, I keep on thinking about this Akidah issue..How can be Akidah problem solved while some people not willing to read?

Are they going to depend on "speech" from someone that might be influenced with his emotion or misunderstand in specific statement? Just like one of my friend told me people nowadays are more interested in "Listening to someone" instead of reading, it's more easily absorbed by mind.

I am wondering... is this also the reason of why history of Prophet Muhammad SAW is "more interesting" while it transform into cartoon in youtube instead of reading Sejarah Nabi books? or does muslim need Documentary about Prophet Muhammad in youtube which narreted by many different people including non muslim (Karen Armstrong, Author History of god?) instead of reading Hadith Sahih which narrated by Prophet Muhammad SAW followers?


Menuntut ilmu adalah fardu kepada setiap muslim, lelaki mahupun wanita. - Riwayat Ibnu MajahI am not a expert in religion issue, also not Pakar Perbandingan Agama.When I have questions about Islam, the first thing I look for is my islamic books. Alhamdulilah, most of the answer already printed in these islamic book. It's even surprising while I go to library and reading 90's islamic book, most of the knowledge is remain the same but it never outdated.


Some people even criticized muallaf is being "Brainwashed".There's no such thing in Islam, those who get Hidayah is mostly knowledge seekers... Who are able to think wisely and love to read the right book. (Also they must be have ustaz/mentor who willing to guide them or following Islam Class)

And the most important is Muslim found God without human's self perception.
"Dia lah yang telah mengutuskan dalam kalangan orang-orang (Arab) yang Ummiyyin, seorang Rasul (Nabi Muhammad s.a.w) dari bangsa mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya), dan membersihkan mereka (dari iktiqad yang sesat), serta mengajarkan mereka Kitab Allah (Al-Quran) dan Hikmah (pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum syarak). Dan sesungguhnya mereka sebelum (kedatangan Nabi Muhammad) itu adalah dalam kesesatan yang nyata."(Al-Jumu'ah : ayat 2)





___________________________________________________________________

© YUSSAMIR.COM (2007-2009)Hak cipta terpelihara.

Setiap artikel yang tersiar di Yussamir .Com dihasilkan untuk tujuan pendidikan dan bersifat non-komersil. Pembaca bebas menyalin dan menyebarkan artikel yang terdapat di sini, namun alamat Yussamir .Com hendaklah disertakan bersama untuk memudahkan proses rujukan. Manakala untuk penerbitan semula dan berorientasikan komersil, setiap bahagian daripada artikel ini tidak boleh diterbitkan semula, disimpan untuk pengeluaran atau dipindahkan dalam bentuk lain, sama ada dengan cara bercetak, elektronik, mekanikal, fotokopi, rakaman dan sebagainya, tanpa izin YUSSAMIR . COM terlebih dahulu.


"memperkasakan paradigma"

Yussamir Yusof @ www.yussamir.com

Baca Artikel Penuh>>

Sunday, May 22, 2011

LAGI ULASAN TERHADAP AKNK




Ulasan ini diambil dari blog: http://rimbunhijau91.blogspot.com


Alhamdulillah, buat pertama kalinya sempat jua saya megkhatamkan buku ini. Walaupun sudah lama memiliki, tetapi baru kini diberi masa untuk 'menghadamnya' dek kerana sekatan final exam di hujung sem.

Buku terbitan Grupbuku Karangkraf setebal 317 muka surat ini berjaya menarik minat saya dan alhamdulillah, akhirnya telah tertunai tanggungjawab saya kepadanya.

Walaupun begitu, diri ini sedar masih banyak lagi tanggungjawab terhadap agamaNya yang belum lagi terlunas.... dan membaca buku ini cuma wasilah yang diambil untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang cetek di kepala.

Saya nekad, selagi buku ini tidak dikhatakamkan, keinginan untuk menulis terpaksa dipendam seketika.

Akhirnya idea penulisan diambil dari buku ini.

Teringat saya pada awal ketika saya membeli buku ini...

"Tak berani lah nak baca buku-buku macam tu sorang-sorang..."

Seorang hamba ALLAH berkata.

Itu belum lagi berbicara tentang Bible...ya, masih ramai lagi di antara kita yang masih takut memegang Bible.

Apatah lagi membaca dan mempelajarinya...

"Takut terpesonglah..."

"Ilmu Islam pun tak cukup lagi..."


Alahai...

Perlukah takut? Bible bukan ada kuasa sihir atau apa-apapun yang boleh memukau manusia hingga terpesong akidahnya.

Hakikatnya Bible bukan Injil pun...

Jika kita meyakini Bible itu Injil, kita wajib juga mengimaninya. Dan, berhati-hatilah kerana itu akidah!

Jika mahu ditunggu ilmu cukup di dada, sehingga mati pun kita tidak kan pernah tahu sama ada sudah cukupkah atau tidak.. Tidak pernah lagi saya mendengar segolongan manusia yang murtad hanya semata-mata kerana membaca Bible. Malah, yang memeluk agama Islam setelah membaca Al-Quran, ya...sangat-sangat ramai.

Kerana apa?

Kerana Al-Quran adalah kalam ALLAH

Tapi, Bible?

Semuanya telah ditokok tambah dengan tangan-tangan manusia. Tika dulu, saya sering tertanya-tanya hakikat sebenar sejarah penyaliban Jesus dan punca terpesongnya ajaran Jesus yang merupakan penyambung ajaran Nabi Musa itu.

Akhirnya, buku ini memberi jawapan terhadap persoalan-persoalan itu. Bermula dari program Friendly Comparative Religion yang saya hadiri, semakin membara hati ini ingin mengetahui sejarah agama Kristian ini.






_______________________________________________________________

© YUSSAMIR.COM (2007-2009)Hak cipta terpelihara.

Setiap artikel yang tersiar di Yussamir .Com dihasilkan untuk tujuan pendidikan dan bersifat non-komersil. Pembaca bebas menyalin dan menyebarkan artikel yang terdapat di sini, namun alamat Yussamir .Com hendaklah disertakan bersama untuk memudahkan proses rujukan. Manakala untuk penerbitan semula dan berorientasikan komersil, setiap bahagian daripada artikel ini tidak boleh diterbitkan semula, disimpan untuk pengeluaran atau dipindahkan dalam bentuk lain, sama ada dengan cara bercetak, elektronik, mekanikal, fotokopi, rakaman dan sebagainya, tanpa izin YUSSAMIR . COM terlebih dahulu.

"memperkasakan paradigma"

Yussamir Yusof @ www.yussamir.com

Baca Artikel Penuh>>

Thursday, April 28, 2011

ULASAN PEMBACA BUKU SAYA


Suatu petang, saya bertemu dengan seorang kawan lama dan kami bertanyakan khabar mengenai kehidupan masing-masing setelah hampir tiga dekad kami berpisah. Saya namakan dia sebagai Santha walaupun nama penuhnya saya masih ingat kerana dalam kelas kami beliau adalah seorang lelaki yang paling tinggi dan mempunyai rambut Afro, yakni seperti sarang tebuan. Setelah tamat belajar (bidang kewartawanan) beliau bekerja beberapa tahun sebelum melanjutkan pendidikan di luar negara dan akhirnya mencerap bidang teologi, khususnya mengenai agama Kristian.

Agama asalnya ialah Hindu, tetapi setelah belajar teologi dan berkahwin dengan seorang wanita Jepun ketika melanjutkan pelajaran tertarik dengan Kristian. Katanya pilihan tersebut adalah kerana sangat memahami bahawa Nabi Isa a.s. adalah juruselamat yang diutuskan oleh Allah s.w.t untuk mendidik manusia agar memahami fungsinya sebagai makhluk ciptaan-Nya. Santha terus menghambakan diri kepada agama Kristian sehinggalah mendapat kedudukan yang baik dalam struktur agama tersebut dan kini mengajar sebagai pakar teologi Kristian di sebuah pusat pendidikan di Petaling Jaya.

Saya masih belum banyak berubah, tetapi tidak bermakna saya tidak cuba memahami Islam dengan baik. Saya tidak berguru dengan banyak orang, terutama dengan ustaz-ustaz yang berceramah di masjid dan surau kerana saya pernah berdepan dengan satu insiden yang menyebabkan keyakinan saya terhadap apa yang disampaikan oleh ustaz dengan apa yang dipraktikkan menjadi sesuatu yang bersifat ketidaksehaluan kognitif. Dalam banyak hal, ustaz sering memperkatakan sesuatu yang amat dituntut oleh Islam dan banyak perkara, saya melihat ustaz banyak melakukan kesilapan sehingga menjejaskan keyakinan perilaku.

Saya mempunyai pilihan, kerana saya lebih gemar membaca buku. Hasil bacaan saya, saya kongsikan dengan banyak orang, termasuk melakukan banyak pertanyaan secara peribadi dan dengan lain-lain orang yang rasa rasa mampu memberikan jawapan. Selebihnya saya menemui banyak pengetahuan melalui buku, kerana terus melihat buku sebagai sumber ilmu pengetahuan yang besar selain saya boleh membacanya berulang kali dan melakukan contengan tertentu bagi menguji ingatan serta kefahaman saya.

Salah sebuah buku yang menarik minat saya dalam pencarian jawapan mengenai pandangan Kristian terhadap kedudukan Nabi Isa a.s. ialah buku karangan Yussamir Yusof, Akidah Kita Nyawa Kita yang diterbitkan pada tahun lalu (2010) oleh Grup Buku Karangkraf Sdn. Bhd. Saya mencari jawapan itu setelah mendengar keterangan-keterangan mencolok dari seorang paderi Melayu yang menuduh bahawa al-Quran adalah ciptaan manusia manakala Nabi Muhammad s.a.w adalah seorang nabi palsu.

Pencarian saya adalah untuk meneguhkan keyakinan bahawa sebenarnya Nabi Isa a.s. bukanlah nabi untuk umat Kristian, tetapi seorang nabi yang diutuskan untuk memperbetulkan akidah manusia setelah terlalu banyak kebohongan yang berlaku. Agama Kristian bukanlah agama yang diajar oleh Nabi Isa a.s yang dianggap sebagai juruselamat, tetapi ia adalah rekaan seseorang yang mempunyai agenda tertentu bagi memperbudakkan manusia.

Orang yang dimaksudkan itu seseorang menggelarkan dirinya sebagai Paul. Nama sebenarnya ialah Saul. Saya juga ingin mengetahui bahawa kenapa nama Paul atau Paulus menjadi sangat popular dalam masyarakat Krsitian sehingga seekor sotong kurita yang dikatakan mempunyai kuasa psikik dan telah meramalkan dengan tepat pasukan yang menang dalam Bolasepak Piala Dunia 2010 diberikan nama Paul. Jawapannya mungkin secara tidak sengaja, tetapi dalam agama Kristian nama Paul adalah suatu nama besar, suatu nama yang mempunyai kaitan dengan beberapa perkara, termasuk menulis semula kitab Bible menjadi New Testament atau Kitab Perjanjian Baru.

Paul adalah seorang lelaki Yahudi yang dilahirkan di Tarsus, sebuah kawasan di Cilicia. Cicilia adalah sebuah bandar lama di selatan Turki. Bersempadanan dengan banjaran gunung Tarsus di bahagian barat dan Anti-Tarsus di sebelah timur. Laut Mediteranean terletak di sebelah selatan. Keturunan Yahudi tetapi mempunyai taraf kewargenaraan Rom dan bercita-cita menjadi ulamak Yahudi. Ketika berusia 13 tahun, beliau belajar undang-undang di Jerusalem dan berguru dengan seorang ulamak Yahudi bernama Gamalei. Hanya orang Yahudi sahaja dibenarkan belajar dan boleh menjadi Rabai atau Farisi (ulama Yahudi).

Sejak awal lagi Paul memasang dendam, memusuhi dan turut membunuh pengikut Nabi Isa a.s. Saki baki pengikut Nabi Isa a.s. telah diburu dan Paul sendiri mengakui membunuh dengan zalimnya, malah Paul juga turut memberikan kebenaran agar membunuh Stephen, seorang yang gigih menyebarkan ajaran al-Masih setelah baginda diangkat ke langit. Banyak tindakan tidak berperikemanusiaan telah dilakukan oleh Paul dicatatkan dalam Bible (hal.132).

Paul juga pernah mengakui telah berjumpa dengan al-Masih dan dilantik sebagai pesuruh yang berhak menyampaikan ajaran tersebut sehingga menampakkan sikapnya yang bohong dan kejam. Menurut catatan lain dalam Bible, Paul sebenarnya tidak pernah menemui Nabi Isa a.s. dan mendapat watikah perlantikan sebagai penyebar agama tersebut (hal.135-136). Semasa berada di Arab, Paul telah mencipta beberapa perkara baru, antaranya menolak undang-undang Nabi Musa a.s. (hal.142), boleh berhubung terus dengan Nabi Isa a.s. (hal.143), menjadi perisik dalam agama Nabi Isa a.s. (144), mengeluarkan perintah bohong sebagaimana dipesan oleh Nabi Isa a.s. (hal.145) dan sebagainya.

Apa yang lebih menarik mengenai doktrin ciptaan Paul ialah sebagaimana ditulisnya dalam Mathew, iaitu buku pertama dalam NewTestament ialah mengenai konsep dosa warisan dan Nabi Isa a.s. sebagai “anak Tuhan” (hal.170). Semasa di Arab, Paul turut mencipta beberapa doktrin berdasarkan paganism Arab Kuno dengan menyesuaikannya ke dalam ajaran Nabi Isa a.s. (hal.170) dan menurut Dr Maurice Bucaille:“Paul adalah figura yang amat kontroversi dalam agama Kristian. Dia boleh dianggap sebagai pengkhianat kepada ajaran Jesus melalui tulisan-tulisannya”.

Bagi Humphrey Carpenter, “ramai sarjana Kristian mempercayai bahawa Paul dan beberapa orang yang terlibat dalam zaman awal Kristian adalah pengasas sebenar agama Kristian. Dan bukannya Jesus yang mengasaskan ajaran tersebut.” Kenyataan ini berpunca daripada sifat ajaran Nabi Isa a.s. sendiri yang tidak pernah mengisytiharkan kandungan dakwahnya sebagai Kristian dan berniat untuk menyebarkan agama baru. Nabi Isa a.s. hanyalah mengikut dan meneruskan ajaran-ajaran Musa (Judaic Tradition) dengan tindakan membersihkan kekalutan ajaran asing yang masuk ke dalamnya (hal.171).

Michael Hart, penulis buku 100 Orang Yang Paling Berpengaruh meletakkan pengasas agama Kristian sebenarnya ialah Paul dan bukannya Nabi Isa a.s. Ini kerana Paul telah memperkenalkan konsep dosa warisan, penyaliban Nabi Isa a.s., doktrin trinity dan Nabi Isa a.s. sebagai anak Tuhan. Mengenai Dosa Warisan, Paul dikatakan memulakan konsep itu dalam sepucuk surat yang ditulisnya kepada penduduk Rom. Dalam surat tersebut Paul menjelaskan” Sebab kematian adalah upah daripada dosa;tetapi hidup sejati dan kekal bersama Jesus kita adalah pemberian yang diberikan oleh Tuhan.” (hal.172).

Doktrin Dosa Warisan menyifatkan bahawa semua manusia mempunyai dosa secara turun temurun disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam a.s. Setelah melanggar perintah Tuhan, memakan buah larangan, sejenis buah yang dipercayai mampu memberikan kehidupan kekal abadi, maka seluruh keturunan Nabi Adam a.s. ikut menanggung dosa tersebut tanpa mengambil kira ia adalah seorang bayi ataupun dewasa.

Dosa Warisan itu hanya boleh dihapuskan melalui satu proses penyucian di mana seseorang yang suci perlu berkorban. Ia harus dilakukan melalui pertumpahan darah melalui proses penyalipan. Oleh kerana semua manusia mempunyai dosa, hanya Nabi Isa a.s. yang seharusnya berkorban untuk menghapuskan dosa warisan itu kerana baginda tidak pernah melakukan dosa.

Dalam doktrin triniti, Tuhan Bapa telah menghantar anaknya, iaitu Nabi Isa a.s. sebagai penebus. Bentuk penebusan itu adalah kerana keadilan dan kasih sayang Tuhan (hal.175). Syarat seseorang yang boleh menebus dosa ialah manusia sejati, Tuhan sejati dan Benar, iaitu tidak berdosa. Ketiga-tiga syarat tersebut hanya ada pada Jesus. Maka sesiapa yang mahukan keampunan dari dosa warisan seharusnya menerima Jesus sebagai juruselamat semua manusia.

Konsep Dosa Warisan menurut pengarang adalah berasal dari dongeng dan telah dibuktikan oleh seorang ahli arkeologi Jerman pada tahun 1903. Tradisi itu ditemui dalam dua papan batu zaman Babylon yang mencatatkan kisah Passiepel Baal (Tuhan sembahan Babylon) (hal. 182).

Nabi Isa a.s. disalibkan selama tiga hari tiga malam, kemudian hidup sekali lagi selama 40 hari 40 malam sebelum diangkat ke langit. Penyalipan ini sebagai memperlihatkan kasih sayang Tuhan dengan mengorbankan anak-Nya sebagai penebus dosa dan dari peristiwa penyalipan itulah agama Kristian dilaporkan mula diberi nama oleh Paul. Hal itu amat bercanggah dengan kenyataan sebenar kerana dalam Bible, Nabi Isa a.s. turut mempersoalkan kepada individu yang mahu membunuhnya” Bukankah Musa sudah memberikan perintah-perintah Tuhan kepadamu? Tetapi di antara kalian tiada yang menurut perintah-perintah itu. Mengapa kalian mahu membunuh Aku? (John 7:19).

Turut disorot secara lancar oleh pengarang dalam buku ini ialah mengenai Nabi Isa a.s.(Bab 1), Kristiankah Baginda (Bab 2), Hawariun yang setia (Bab 3), Menyelidiki Diri Paul (Bab 4), Pengasas Agama Kristian (Bab 5), Gerakan Kristianisasi (Bab 6), Murtad (Bab 7) dan Penggunaan Nama ALLAH (Bab 8). Seluruh kandungan buku ini mempunyai perbincangan yang mendalam. Perbincangan yang disusuli dengan pelbagai petikan dari Bible (New dan Old Testament), ayat-ayat al-Qur’an bersama kajian pakar teologi (Islam dan Kristian) menjadikan buku ini terasa mampu meningkatkan kejernihan iman kita.

Pembacaan buku ini mampu memberikan kefahaman malah saya menjadi lebih bersedia untuk berhadapan dengan Santha jika kami ditakdirkan ketemu sekali lagi. Saya mungkin mampu memberikan sentuhan nilai dan keyakinan Islam bahawa Kristian sebenarnya agama yang telah banyak diselewengkan oleh doktrin kotor penganut Yahudi yang tidak mahukan ada agama lain yang lebih baik daripada mereka. Ini kerana Yahudi amat tercabar dalam putaran keturunan nabi-nabi, apabila Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang membawa agama Islam bukan dari jurai keturunan Bani Israel.

Setelah ajaran Nabi Musa a.s yang diteruskan oleh Nabi Isa a.s telah diselewengkan dengan jayanya, menyebabkan Yahudi mula menyasarkan pula kepada Islam. Yahudi tidak mengkhianati Islam secara langsung, tetapi menggunakan penganut Kristian sebagai “tentera upahan” setelah mereka berjaya menguasai ekonomi dan politik global. Itulah Yahudi, lempar batu sembunyikan tangan, dan terus berselindung dalam selimut sekularisasi, liberaliasme dan pelbagi bentuk pertubuhan kemanusiaan antarabangsa.

Saya benar-benar puas membaca buku ini, malah dapat menarik minat saya untuk meneroka samudera pengetahuan perbandingan agama yang bernuansa ilmiah. Saya sebenarnya ingin memberikan kredit kepada pengarang kerana berjaya menulis sebuah buku yang baik dan tidak menjemukan pembaca. Saya tidak menganggap melalui buku ini saya mendapat jalan pencerahan, kerana itu adalah jalan fikiran agama Kristian, tetapi dapat membantu saya menolak asakan propaganda memburuk-burukkan Islam yang semakin menggila oleh kerana Islam semakin pesat berkembang dan bakal menyaingi penganut Kristian dalam tempoh kurang seratus tahun lagi.



Judul Buku : Akidah Kita Nyawa Kita

Nama Pengarang : Yussamir Yusof

Penerbit : Grup Buku Karangkraf Sdn Bhd, 2010

Jumlah Halaman : 317 halaman

Harga : RM 16.00

Pengulas : KAMARUN KH

_______________________________________________________________

© YUSSAMIR.COM (2007-2009)Hak cipta terpelihara.

Setiap artikel yang tersiar di Yussamir .Com dihasilkan untuk tujuan pendidikan dan bersifat non-komersil. Pembaca bebas menyalin dan menyebarkan artikel yang terdapat di sini, namun alamat Yussamir .Com hendaklah disertakan bersama untuk memudahkan proses rujukan. Manakala untuk penerbitan semula dan berorientasikan komersil, setiap bahagian daripada artikel ini tidak boleh diterbitkan semula, disimpan untuk pengeluaran atau dipindahkan dalam bentuk lain, sama ada dengan cara bercetak, elektronik, mekanikal, fotokopi, rakaman dan sebagainya, tanpa izin YUSSAMIR . COM terlebih dahulu.

"memperkasakan paradigma"

Yussamir Yusof @ www.yussamir.com

Baca Artikel Penuh>>

Tuesday, September 8, 2009

TEGURAN SUCI DAN JUJUR HAMKA KEPADA MUFTI JOHOR


Ini pertama kali saya mengulas sebuah buku, moga selepas ini jika ada buku-buku yang baik saya baca. Saya akan mengulas dan menyarankan agar para pembaca turut memilikinya jua.

Prof HAMKA atau nama penuhnya Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah bukanlah calang-calang orang didalam dunia intelektual dan kesarjanaan Islam. Khususnya di dalam juzuk agama yang memang arif benar beliau di dalamnya. Pertama kali saya berkenalan dengan pemikiran dan peribadi tokoh ini pada 5 tahun yang lepas. Bukunya yang bertajuk Falsafah Hidup dicerna sebaik mungkin. Lebih-lebih lagi apabila beliau menyentuh perihal kebebasan akal fikiran dalam beragama.

Ketika membaca isu kebebasan akal fikiran ini, ia dapat disimpulkan bahawa, “Fikiran itu terbuka luas dalam agama Islam, iaitu dengan kebebasan Ijtihad. Kemajuan Ilmu ushul fiqh, Ilmu fiqh, Ilmu tafsir, Ilmu tasauf, dan lain-lain dalam Islam adalah berpangkal dari terbukanya pintu Ijtihad. Ulama-ulama Islam yang besar, yang telah mendirikan empat madzab fiqih dalam Islam adalah bersumber dari kebebasan Ijtihad.”

Ketinggian ilmu HAMKA ramai yang mengakuinya. Bukan sahaja ketika beliau masih hidup dan menabur bakti dalam dunia intelektual dan dakwah. Sehingga kini selepas berpuluh tahun kematian beliau, nama beliau terus disebut-sebut sebagai Sarjana Islam Nusantara. Beliau dikagumi kawan dan lawan. Hidupnya sebagai seorang sarjana bukan sahaja di dalam buku-buku dan dewan kuliah. Peribadinya yang muda mesra dengan orang ramai, dan kerajinan beliau turun padang merasai sendiri kehidupan masyarakat membuatkan beliau dilihat sebagai Sarjana berjiwa rakyat.

Sahabat dan musuh tidak pernah beliau pinggirkan. Kedua-duanya sama di mata HAMKA, sehinggakan semasa kematian Soekarno, beliau menjadi imam solat Jenazah. Sedangkan beliau pernah membungkam di dalam penjara di bawa perintah Soekarna suatu ketika dahulu.

Jika ada sesiapa yang teraniya, beliau akan membela. Tidak peduli sama ada yang menganiaya itu berkuasa atau tidak. Kebenaran tetap kebenaran, sesiapa pun dan dari mana pun. Kebenaran adalah mutlak pembelaan dalam Islam.

Ketika Hassan Bandung, dan beberapa tokoh Sunnah yang digelar Kaum muda difitnah oleh Sahibul Fadhilah was Samahah as-Sayyid Alwi bin Tahir al-Haddad Mufti Johor pada tahun 1958. HAMKA tidak duduk diam sekadar menjadi penonton terhadap fitnah yang dilemparkan oleh Sahibul Fadhilah. Walaupun tuduhan-tuduhan tersebut bukanlah untuknya, tetapi rasa tanggungjawab dan keadilan sebagai seorang Sarjana dan Tokoh Islam. Beliau mengangkat pena. Kerana hujah harus dibalas dengan hujah.

Penanya digengam kemas, dengan ilmu yang tersemat di dada beliau dengan tawaduk menulis teguran-teguran jujur dan suci kepada Mufti Johor. Kejujuran sebagai pemegang amanah dan waris Nabi Muhammad sebagai ahli Ilmu terpancar pada awal tulisannya.


Di dalam muqadimah tulisannya, HAMKA menulis:

“Buku ini saya tulis bukanlah untuk mencari perseteruan dan perlawanan dan jauh sekali daripada untuk bermusuh. Ia hanyalah hendak memberi peringatan atas beberapa kesalahan yang timbul daripada Sahibul Fadhilah was Samahah as-Sayyid Alwi bin Tahir al-Haddad, Mufti negeri Johor dalam kenyataan beliau membantah kaum Muda. Beliau (Mufti Johor) adalah orang yang merdeka untuk membantah fahaman dalam agama Islam yang tiada beliau persetujui. Manakala berlainan faham terhadap masalah agama kalau kita pandai membawakannya menjadi rahmat bagi umat Islam, tetapi dalam pertukaran fikiran itu jika timbul kecurangan dan kebohongan maka berlainan pendapat itu akan membawa mudarat dan fitnah terhadap umat. Padahal bukanlah itu yang kita khendaki. Maka saya tulislah buku ini dan maksud saya yang utama ialah membersihkan salah faham di antara umat Islam, baik di Malaya atau di Indonesia yang timbuk kerana keterangan datuk Mufti Johor dan saya namai buku ini sebagai, “Teguran Suci dan Jujur terhadap Mufti Johor”


Di dalam buku yang dipanggil orang sebagai The Lost Manuscript , ada 3 tuduhan besar yang dijawab kembali oleh HAMKA. Pertama; Tuduhan Kaum Muda sebagai pengkhianat Agama, Kedua; Mengkafirkan Kaum Muda, Ketiga Menuduh Ustaz Hassan Bandung sebagai pendokong Fahaman Darwin.

Artikel ini tidak bermaksud untuk mengulas keseluruhan apa yang ditulis oleh HAMKA. Tetapi ada dua perkara yang berharga selain daripada hujah-hujah balas HAMKA di dalam buku ini. Iaitu, AKHLAK dan KETINGGIAN ILMU.

Akhlak dan Ilmu tidak dapat dipisahkan. Jika dipisahkan salah satu darinya, maka hancurlah segalanya. Walaupun buku ini sebuah teguran, tetapi di dalamnya penuh dengan kata-kata yang lunak dan berhikmah. Tidak ramai cendekiawan Islam masa kini dapat mencontohi keperibadian HAMKA dalam hal ini. Umat Islam kaya dengan tokoh-tokoh yang alim dan boleh dikatakan sebagai Sarjana. Tetapi sayang, ada sebahagian daripada mereka, miskin dengan akhlak ketika menulis atau menegur mereka yang pada pandangan mereka batil.

HAMKA benar-benar mendidik sesiapa sahaja yang membaca tulisannya. Kita diajar supaya sentiasa berakhlak mulia, walaupun ketika kita menegur dan berada di pihak yang benar. Itulah yang keistimewaan yang saya perolehi dari buku ini. Selain daripada hujah-hujah ilmiah yang ditulis oleh beliau.

Apa yang menarik lagi bagi saya ialah apabila HAMKA menjawab fitnah dan pertuduhan yang dilemparkan kepada beliau dan tokoh-tokoh Ilmuan yang lain dengan gelaran Wahabi.

Di bawah ini saya himpunkan kenyataan-kenyataan HAMKA yang dituduh sebagai WAHABI ataupun KAUM MUDA oleh para Ulama Nusantara. Kenapa beliau dituduh sebegitu? Kerana beliau berkata, “Ya, memang kami kaum muda, kerana kami menebang dan menebas segala tiang tambahan (bid’ah). Yang tiada tiang kami tidak mahu dikatakan tiang!

Kata HAMKA lagi, “Bagi kami yang dikatakan kaum muda itu tidaklah keberatan jika dituduhkan Wahabi. Kalau 20 atau 30 tahun yang lalu semasa pengetahuan agama hanya boleh dipercayai oleh mufti-mufti sahaja, mungkin orang takut dikatakan Wahabi. Tetapi sekarang orang telah tahu bahawa Wahabi tidak lain adalah daripada penganut Mazhab Hanbali yang keras mempertahankan Sunnah. Dan yang berpengaruh memperbaharui (Tajdid) faham Mazhab Hanbali itu ialah Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyim. Oleh sebab itu bagi kami dituduh Wahabi bukanlah satu penghinaan.”

Saya menyeru semua penuntut ilmu untuk memiliki karya HAMKA ini. Harganya tidak lebih dari RM20, tetapi manfaat dan kebaikan terlalu banyak boleh diperolehi dari buku ini.

Selamat membaca!



_________________________________________________________________

© YUSSAMIR.COM (2007-2009)

Hak cipta terpelihara. Setiap artikel yang tersiar di Yussamir .Com dihasilkan untuk tujuan pendidikan dan bersifat non-komersil. Pembaca bebas menyalin dan menyebarkan artikel yang terdapat di sini, namun alamat Yussamir .Com hendaklah disertakan bersama untuk memudahkan proses rujukan. Manakala untuk penerbitan semula dan berorientasikan komersil, setiap bahagian daripada artikel ini tidak boleh diterbitkan semula, disimpan untuk pengeluaran atau dipindahkan dalam bentuk lain, sama ada dengan cara bercetak, elektronik, mekanikal, fotokopi, rakaman dan sebagainya, tanpa izin YUSSAMIR . COM terlebih dahulu.

"memperkasakan paradigma"

Yussamir Yusof @ www.yussamir.com

Baca Artikel Penuh>>